Friday, April 27, 2007
Tuesday, April 24, 2007
Tragedy Kemanusian ( Cont.)
Faktor penyebab ketidakstabilan di Timor Leste .1. Penyalahgunaan kekuasaan melaui manuver politik kotor telah menyebabkan aparat pertahanan dan penegak hokum kita yang oleh konstitusi antara lain diberi tugas untuk menjaga keutuhan wilayah nasional ,Persatuan nasional , ternyata menjadi lengah dan lembek. Alih-alih memperkuat diri dengan disiplin yang tinggi dan melengkapi diri dengan persenjataan modern demi kehormatan dan keutuhan Negara yang terjadi malah begitu mudah dimanfaatkan dan dipakai sebagai instrument golongan atau partai tertentu menjadi tentara khusus untuk golongan dan pribadi tertentu yang sebetulnya di luar tugas dan wewenangnya sebagai lembaga yang professional dan Independent, Ironis ,memang karier dan perjuangan mulianya selama bertahun tahun harus dikorbankan demi kepentingan pihak lain yang sebenarnya hanya ingin memanfaatkan kesempatan untuk mempertahankan kekuasaanya secara tidak demokratis .
Sedih memang melihat kenyataan ini Rakyat mana yang tidak pilu melihat persenjataan tentara yang modern tetapi seragamnya compang-camping dan tidak disiplin dan berpihak ini sangat tidak representatif untuk mengamankan wilayah yang baru merdeka yang masih sangat perlu bimbingan dan tuntunan kedepan dan menunjukan contoh yang baik agar rakyat pun merasa aman dan bisa membanggakan pasukan pertahanan dan penegak hokum dinegaranya.
2. Kecenderungan sepihak individualisme dan egoisme dalam tubuh pemerintahan dimana steering pemerintahan total dijalankan dan dikendalikan oleh majoritas partai pemenang pemilihan tanpa melibatkan semua element partai politik kekuasaan bersama dengan partai yang lain dan secara sengaja dilegalkan dengan maksud untuk mempermudah dan mengontrol jalannya roda pemerintahan sambil memperkuat basis kepartaian-nya disetiap element di basis dengan keinginan meraih kembali dan memonopoli pemerintahan kembali untuk jangka waktu yang panjang sambil berharap untuk berkuasa kembali dalam jangka pemerintahan berikutnya tanpa menghiraukan hak lawan lawan politiknya didalam melibatkan mereka sebagai pengambil keputusan serta partisipasinya dalam ikut menjalankan roda pemerintahan sebagaimana layaknya dalam sebuah negara yang bercirikan demokrasi.dimana semua element dalam sebuah negara berhak untuk menentukan dan ikut ambil andil dalam process pengambilan keputusan dalam pembangunan dan semua sektor . Ketidak berdayaan dan tidak adanya niat baik untuk merangkul dan melibatkan semua element telah memperlihatkan buruknya system wajah demokrasi dinegara ini.
3. Krisis ekonomi yang belum teratasi menimbulkan dampak terhadap bidang lain yaitu instablilitas politik dan perekonomian nasional, serta gangguan keamanan yang cenderung meningkat, pencari kerja bertambah sementra lapangan kerja terbatas. Sejumlah perusahaan tidak mampu bertahan dan terpaksa menghentikan usahanya sehingga menyulitkan kondisi angkatan kerja dan meningkatkan angka pengangguran secara tajam. Peningkatan pengangguran berkontribusi terhadap peningkatan angka kejahatan. kualitas sumber daya manusia secara umum bergerak lambat. Dengan kondisi ini, masyarakat mudah dimanipulasi dan dipengaruhi tindakan provokasi oleh pihak-pihak tertentu, bahkan mudah digerakkan untuk melakukan tindakan diluar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Pengaruh globalisasi yang sulit dibendung semakin memungkinkan untuk melemahkan simpul-simpul persatuan dan kesatuan bangsa maupun ketahanan nasional. Demikian pula dengan kondisi dalam negeri yang tidak..stabil dan permasalahan multi dimensi yang dihadapi akibat krisis nasional yang belum teratasi, menjadi peluang bagi peningkatan gangguan terhadap keamanan nasional.
4. Impact dari luka masa lalu perasaan dendam ,niat pembalasan terselubung ,permasalahan keluarga ,bisnis, adat memanfaatkan krisis ini unuk main hakim sendiri .Persoalan yang terrtumpuk yang belum terpecahkan di pengadilan akibat macetnya system pengadilan semakin menyemarakan aksi main pengadilan sendiri . berkeliarannya penjahat panjahat dan kriminalitas masa lalu pasca jajak pendapat dalam berbagai macam kasus yang belum terselesaikan tanpa adanya serah terima dari Indonesia kepada UN pada saat itu dimana para prisoner criminal bebas tanpa syarat ikut mengulangi kembali aksi mereka , Mantan mantan eks milisi yang telah diprogram otaknya kembali ke bumi ini mempunyai skill yang cukup dalam hal mengacaukan situasi atau setidakya mudah dimanfaatkan kembali oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab yang menginginkan perpecahan dalam Negara ini.
Peningkatan gangguan yang digambarkan diatas akan memberikan dampak negatif yang cukup serius bagi kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa apabila tidak dapat ditangani dengan tepat, menjadi isu keamanan nasional. Gangguan terhadap ketertiban publik seperti teror, konflik komunal yang berlatar belakang primordial (etnis, agama) radikalisme, kerusuhan atau pembangkangan masal, perdagangan gelap,perjudian gelap dan kejahatan lainnya yang tidak segera ditangani dengan tepat, dapat meningkat dan berkembang menjadi ancaman terhadap keamanan nasional seiring dengan menumpuknya kasus kasus dalam negeri yang tertunda dan belum dapat ditemukan jalan keluarnya kita berharap keadilan suatu saat akan terwujud seiring dengan pulihnya bangsa ini dari kemelut kemelut yang membuat pusing para pemimpin negara ini dalam menyelesaikan masalah dalam satu dua hari tidaklah mungkin seperti orang bijak mengatakan mudah menciptakan persoalan tetapi membangunnya kembali yang susah apalagi kalau orang orang yang dipercaya tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak mampu menjalankan roda pemerintahan dengan normal akibat terbelit dalam lingkaran setan permasalahan negara.
Perjuangan panjang yang tidak akan pernah terlupakan dalam sejarah bangsa ini dengan persenjataan sederhana mampu mempertankan eksistensinya sampai rakyat Timor Leste berhasil mencapai kemerdekaanya dari penjajahan panjang bangsa bangsa besar meski melelahkan dan memakan banyak korban jiwa yang tidak bersalah tetapi dengan satu tujuan utama kebebasan dari penindasan dalam penegakan Negara Kesatuan Republik Democrat Timor Leste RDTL yang merdeka dan berdaulat, dengan wilayah dari Jako sampai Oe-cusse . Atauro sampai Betano . Meskipun kecil diantara Negara Negara besar kemerdekaan dan kedaulatan negara merupakan kehormatan dan harga diri rakyat Timor Leste , menjadi milik warisan bangsa yang sangat berharga dan tak ternilai. Dan telah menjadi tugas segenap komponen bangsa wajib untuk senantiasa menjaga serta melindungi kemerdekaan dan kedaulatannya, selanjutnya mengisi kemerdekaannya dengan pembangunan nasional untuk mencapai kemakmuran dan pemerataan bersama sesuai dengan hasil kerja keras dan keringat masing dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan nasioanl diatas segalanya .
Negara ini telah telah Lulus dari ujian berat sampai kita dipercaya dan diakui semua perjuangan pembebasan kita oleh dunia International yang selama 24 tahun tidak menutup mata dan tidak menutup agenda kita oleh sebab persatuan dan perjuangan yang tidak pernah kenal lelah untuk tetap menyalakan api kemerdekaan itu jangan sampai padam meskipun banyak pencobaan yang dilakukan untuk memadamkanya tetapi karena sebenarnya kemerdekaan sepihak yang sudah diperoleh dengan kekerasan dialihkan dan dengan munculnya perang dingin pada saat itu dimana aliran komunis tidak mendapat tempat dimata Amerika dan dengan kesepakatan bungkam sekutu-sekutunya yang mengedipkan mata kepada jendral Suharto untuk mempersilakannya masuk menduduki wilayah Timor Timur? dengan Alasan: mencegah Timor Leste menjadi pangkalan komunis di Asia Tenggara tetapi sebenarnya juga untuk melindungi urusan bisnisnya dengan Negara Asia tenggara yang kaya akan sumber daya alamnya dan murah tenaga kerja, dan fasilitasnya meskipun selama 24 tahun Indonesia mencoba berbagai cara untuk mengambil hati anak bangsa Timor Leste dengan maksud mempertahankan kekuasaannya tidak mudah berhasil hal ini dikarenakan jiwa persatuan yang sangat kokoh ditambah lagi dengan jatuhnya dictator Suharto pada pertengahan tahun sembilan puluhan semakin memberikan angin segara kebebasan kepada kita setelah mayoritas rakyat menolak paket otonomi yang ditawarkan Habibie pada saat itu . dan pada akhirnya kita betul betul sedikit lega hidup dialam kemerdekaan meskipun harus berjuang lagi dari Nol ,mengatur rumah tangga kita sendiri sejak 20 Mei 2002 dan semua bangsa ikut bersuka cita dan memberi selamat atas kehadiran Negara baru di era millennium ini .
Sunday, April 22, 2007
Tragedy Kemanusian
Kasus Mei 2006
Pengungkapan dan penyelesaian kasus Mei 2006, seperti halnya kasus-kasus pelanggaran HAM sebelumnya,juga sekaligus merupakan proses sosial untuk belajar dari sejarah kesalahan masa lalu. Hanya dengan mengungkap kebenaran peristiwa Mei 2006 dan peristiwa sebelumnya sampai kepada peristiwa terbaru sekarang yang sedang dihadapi, bangsa ini bisa menentukan masa depannya dengan lebih baik. Pengetahuan yang benar merupakan prasyarat mutlak bagi korban dan keluarga korban untuk bisa menentukan sikap dan membangun kepercayaan sebagai landasan persatuan nasional. Timor Leste tidak akan menjadi bangsa utuh bila ketidakadilan berlangsung di antara sesama warga negara yang seharusnya diperlakukan secara sama dan sederajat di hadapan hukum. Pembiaran terhadap berlangsungnya ketidakadilan akan menimbulkan ketidakpercayaan rakyat terhadap institusi negara. Persatuan nasional yang dibangun di atas ketidakadilan dan ketidakpercayaan adalah persatuan semu.
Kita tentu tidak berharap peristiwa Mei kelabu 2006 dan peristiwa serupa terulang kembali. Kita juga harus membuktikan, peralihan kekuasaan tidak harus selalu ditandai dengan tragedi kemanusiaan yang memakan korban jiwa , Penuntasan kasus Mei adalah keharusan untuk bisa merumuskan sikap dan kebijakan pemerintah. Bagaimana masyarakat harus bersikap menghadapi pergantian kekuasaan, bagaimana seharusnya struktur dan organisasi Keamanan dan Pertahanan yang tangguh sekaligus menjunjung tinggi hukum dan HAM serta tidak mudah terseret dalam pertarungan kekuasaan, hanya bisa dirumuskan atas dasar pengetahuan yang benar terhadap pengalaman kesalahan masa lalu. Jika tidak diketahui kebenaran tentang "kesalahan" masa lalu, maka kesalahan tersebut sangat mungkin terulang kembali. Tentunya Negara ini tidak ingin seperti keledai yang terperosok dalam lubang yang sama. Untuk itu diperlukan komitmen terhadap kebenaran dan keadilan ,penghormatan terhadap harkat kemanusian serta dilandasi oleh keinginan agar kasus yang sama tidak akan terulang lagi entah dalam bentuk apapun tidak ditolerir dan diantisipasi sedini mungkin dengan melakukan tindakan konkret,tegas dan bertanggung jawab secara transparent dalam setiap langkah kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita juag perlu belajar dari pengalaman Negara –negara yang dalam sejarahnya selalu dirundung masalah dan hamper hampir masuk dalam jurang kehancuran bila tidak diselamatkan oleh rakyat dan pemimpin pemimpin yang berjiwa besar. Salah satu contohnya adalah seperti yang dihadapi Indonesia yang perlu kita ambil hikmah dari sejarah kelamnya coba simak kembali saat saat jatuhnya a Suharto yang menjadi salah satu factor utama pemicunya adalah Korupsi ,Kolusi dan nepotisme yang ikut menjerumuskan Indonesia ke dalam kategori "failed state". Namun , korupsi merupakan pintu gerbang utama (main gate) bagi kehancuran suatu negara. Korupsi sebenarnya bukan persoalan yang berkaitan dengan uang semata yang menimbulkan Kerugian (negara). Dalam hal financial. Tetapi korupsi pada hakikatnya adalah penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang, selingkuh kekuasaan (abuse of power) dan penyalahgunaan kepercayaan dari rakyat (abuse of trust).
Praktik penyalahgunaan kekuasaan yang telah berlangsung lama dan meluas hampir di semua instansi pemerintah menyebabkan Indonesia gagal untuk mengantarkan rakyatnya meraih kemakmuran, mencicipi keadilan, dan menikmati ketenteraman. Yang lebih mengerikan, korupsi bukan saja telah merugikan rakyat dan menguras aset negara tapi juga telah menjadi sumber penyakit moral yang endemik. Budaya suap yang sebetulnya merupakan budaya rendah berubah menjadi "hukum kebiasaan birokrasi dan pebisnis". Suap atau bribery (Inggris) berasal dari bahasa latin "briba" (sepotong roti yang diberikan kepada pengemis). Sekarang "sepotong roti itu" menjadi rukun kelancaran bagi urusan bisnis dan birokrasi. mengemis Korupsi lewat suap adalah pengemis yang bersandar pada tongkat yang tegak di atas penyalahgunaan kekuasaan. Budaya suap mengakibatkan rakyat kehilangan gairah untuk berkompetisi secara sehat. Kreativitas dan inovasi tidak lagi menjadi jembatan meraih prestasi dan harga diri. Mencari celah untuk kolusi jauh lebih diminati karena hasilnya lebih pasti. Namun, negara harus menderita kerugian luar biasa karena penghuninya hanya birokrasi yang doyan korupsi dan rakyat yang tidak lagi menghargai arti sebuah prestasi dan kompetisi. Ujungnya, Indonesia pas untuk ditahbiskan sebagai negara yang gagal.
Mengetahui peristiwa sebenarya yang terjadi di Indonesia tidak begitu beda dengaan apa yang sekarang terjadi disini bahkan akan lebih buruk bila adanya signal atau tanda jatuh kedalam perang saudara kembali seperti dalam masa perang dingin tahun 1975 tetapi semoga hal itu tidak akan terjadi karena sudah cukup penderitaan yang dialami generasi ke generasi ,rakyat sudah cukup menderita dan kita tidak ingin persatuan bersama yang telah dijalin selam 24 tahun sampai kita bisa mendapatkan kemerdekaan lagi menjadi bahan olokan dan bahan untuk kampanye politik dari orang orang yang yang tidak ingin melihat kemajuan Timor Leste bahwa kita gagal dan kita seharusnya dijajah lagi atau kita seharusnya lebih baik dibawah aturan Indonesia dan lain-lain politik propaganda dan agitasi yang hanya akan menambah hilangnya kredibilitas negara ini di mata dunia International dan kita akan betul betul dikucilkan karena ketidak siapan dan ketidak mampuan kita kalau memang sampai kita terpuruk dan jatuh kembali ke dalam perang saudara akibat perbedaan garis politik dan akan terbuktilah apa yang dikatakan oleh jenderal jenderal Indonesia dulu bahwa Timor Timur tidak bisa terlepas dari Indonesia dan bila terlepas maka disana akan muncul kembali perang saudara kalau sudah begitu dimana perjuangan panjang kita selama 24 tahun apakah perjuangan itu akan sia sia saja dan akannkah dunia mencatat dalam sejarahnya tentang suatu negara yang gagal yang suatu saat nanti akan dibaca oleh anak dan cucu kita tentang kekeliruan besar dan kebodohan yang diwariskan kepada mereka dan jangankan anak cucu kita nanti kita yang sekarang hidup dialam kemerdekaan sekarang saja menyesal dengan kekeliruan masa lalu yang membuat kita harus menderita dari generasi ke generasi ,sejak dari pendudukan Portugis,Perang saudara yang dikenal dengan Maun alin fahe malun alias Manufahe,perang melawan pendudukan Japan, Perang dingin yang melibatkan kita harus jatuh ketangan Indonesia dan menderita selama masa 24 tahun darisitu apa yang kita dapatkan hanyalah kemiskinan,penderitaan dan tergantung hanya kebaikan orang lain saja .
Subscribe to:
Posts (Atom)
